Members Login
Username 
 
Password 
    Remember Me  
Post Info TOPIC: Kenyataan Hidup


Veteran

Status: Offline
Posts: 99
Date:
Kenyataan Hidup



KENYATAAN HIDUP DISEBALIK PERMAINAN INI.

Seorang guru wanita sedang bersemangat mengajarkan sesuatu kepada
murid-muridnya. Ia duduk menghadap murid-muridnya. Di tangan kirinya
ada kapur, di tangan kanannya ada pemadam. Guru itu berkata, "Saya
ada satu permainan... Caranya begini, ditangan kiri saya ada kapur,
di tangan kanan ada pemadam. Jika saya angkat kapur ini, maka
berserulah "Kapur!", jika saya angkat pemadam ini, maka
katalah "Pemadam!"



Murid muridnya pun mengerti dan mengikuti. Guru berganti-gantian
mengangkat antara kanan dan kiri tangannya, semakin lama semakin
cepat. Beberapa saat kemudian guru kembali berkata, "Baik sekarang
perhatikan. Jika saya angkat kapur, maka sebutlah "Pemadam!", jika
saya angkat pemadam, maka katakanlah "Kapur!". Dan diulangkan
seperti tadi, tentu saja murid-murid tadi keliru dan kekok, dan
sangat sukar untuk mengubahnya. Namun lambat laun, mereka sudah
biasa dan tidak lagi kekok. Selang beberapa saat, permainan berhenti.



Sang guru tersenyum kepada murid-muridnya. "Murid-murid, begitulah
kita umat Islam. Mulanya yang haq itu haq, yang bathil itu bathil.
Kita begitu jelas membezakannya. Namun kemudian, musuh musuh kita
memaksakan kepada kita dengan perbagai cara, untuk menukarkan
sesuatu, dari yang haq menjadi bathil, dan sebaliknya. Pertama-tama
mungkin akan sukar bagi kita menerima hal tersebut, tapi kerana
terus disosialisasikan dengan cara-cara menarik oleh mereka,
akhirnya lambat laun kamu akan terbiasa dengan hal itu. Dan anda
mulai dapat mengikutinya. Musuh-musuh kamu tidak pernah berhenti
membalik dan menukar nilai dan ketika.



"Keluar berduaan, berkasih-kasihan tidak lagi sesuatu yang pelik,
Zina tidak lagi jadi persoalan, pakaian seksi menjadi hal yang
lumrah, tanpa rasa malu, sex sebelum nikah menjadi suatu kebiasaan
dan trend, hiburan yang asyik dan panjang sehingga melupakan yang
wajib adalah biasa, materialistik kini menjadi suatu gaya hidup dan
lain lain." "Semuanya sudah terbalik. Dan tanpa disedari, anda
sedikit demi sedikit menerimanya tanpa rasa ia satu kesalahan dan
kemaksiatan. Paham?" tanya Guru kepada murid-muridnya. "Paham
cikgu..."



"Baik permainan kedua..." begitu Guru melanjutkan.

"Cikgu ada Qur'an,cikgu akan letakkannya di tengah karpet. Sekarang
anda berdiri diluar karpet. Permainannya adalah, bagaimana caranya
mengambil Qur'an yang ada ditengah tanpa memijak karpet?"



Murid-muridnya berpikir . Ada yang mencuba alternatif dengan
tongkat,dan lain-lain.

Akhirnya Guru memberikan jalan keluar, digulungnya karpet, dan ia
ambil Qur'an. Ia memenuhi syarat, tidak memijak karpet."Murid-murid,
begitulah ummat Islam dan musuh-musuhnya...Musuh-musuh Islam tidak
akan memijak-mijak anda dengan terang-terang...Kerana tentu anda
akan menolaknya mentah mentah. Orang biasapun tak akan rela kalau
Islam dihina dihadapan mereka. Tapi mereka akan menggulung anda
perlahan-lahan dari pinggir, sehingga anda tidak sadar.



"Jika seseorang ingin membuat rumah yang kuat, maka dibina tapak
yang kuat. Begitulah Islam, jika ingin kuat, maka bangunlah aqidah
yang kuat. Sebaliknya, jika ingin membongkar rumah, tentu susah
kalau dimulai dgn tapaknya dulu, tentu saja hiasan-hiasan dinding
akan dikeluarkan dulu,kerusi dipindahkan dulu, Almari dibuang dulu
satu persatu, baru rumah dihancurkan..."



"Begitulah musuh-musuh Islam menghancurkan kita. Ia tidak akan
menghentam terang-terangan, tapi ia akan perlahan-lahan meletihkan
anda. Mulai dari perangai anda, cara hidup, pakaian dan lain-lain,
sehingga meskipun anda muslim, tapi anda telah meninggalkan ajaran
Islam dan mengikuti cara yang mereka... Dan itulah yang mereka
inginkan." "Ini semua adalah fenomena Ghazwul Fikri (Perang
Pemikiran). Dan inilah yang dijalankan oleh musuh musuh kita... "



"Kenapa mereka tidak berani terang-terang memijak-mijak cikgu?"
tanya murid- murid.

"Sesungguhnya dahulu mereka terang-terang menyerang, misalnya Perang
Salib, Perang Tartar, dan lain-lain. Tapi sekarang tidak
lagi." "Begitulah Islam... Kalau diserang perlahan-lahan, mereka
tidak akan sedar, akhirnya hancur. Tapi kalau diserang serentak
terang-terangan, mereka

akan bangkit serentak, baru mereka akan sadar".



"Kalau begitu, kita selesaikan pelajaran kita kali ini, dan mari
kita berdoa dahulu sebelum pulang..." Matahari bersinar terik takala
anak-anak itu keluar meninggalkan tempat belajar mereka dengan
pikiran masing-masing di kepalanya...



RENUNGILAH SAHABAT SEMUA..

MOGA ALLAH MEMBERI TAUFIQ DAN HIDAYAH PADA KITA DAN KELUARGA KITA...
MARILAH KITA SAMA2 SEDAR BAHAWA AGAMA,BANGSA DAN TANAHAIR KITA
SEMAKIN TERANCAM!

UMAT ISLAM SEMAKIN MUDAH DIBELI DENGAN WANG RINGGIT, DILALAIKAN
DENGAN KEINDAHAN DAN MEMUJA KESERONOKAN HIDUP, HINGGA HILANG MARUAH
DAN HARGA DIRI!!


JUSTERU, MARILAH, KITA BETULKAN APA YG TERMAMPU BERSAMA2..USAH HANYA
BILA SEGALANYA SUDAH TERJADI, SAMA SEPERTI SAUDARA KITA DINEGARA2
LAINNYA, BARU KESEDARAN ITU TIMBUL, MUNGKIN MASIH BELUM TERLAMBAT
TAPI KITA SUDAH TERLEWAT UTK MERUBAH DAN MEMBAIKI KEROSAKAN YG
DIALAMI.



YA ALLAH, SATUKANLAH UMAT ISLAM...AMIIINN...


Sama2 lah kita renungkan nya.....

__________________


Senior

Status: Offline
Posts: 347
Date:

salam,


 


  itulah kenyataan hidup, marilah belajar dengan guru Akal UTK MERUBAH DAN MEMBAIKI KEROSAKAN YG
DIALAMI.



__________________
mohd hawarie
Page 1 of 1  sorted by
 
Quick Reply

Please log in to post quick replies.

Tweet this page Post to Digg Post to Del.icio.us


Create your own FREE Forum
Report Abuse
Powered by ActiveBoard